halaman

Sabtu, 18 Februari 2012

7 stasiun Kereta Api di INDONESIA (Tertua)


1. Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari (1864)













Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang
diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van
de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah
Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg
Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang
sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu.
Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta
meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini.

2. Stasiun Semarang Tawang (1868)


























Stasiun Semarang Tawang (kode SMT) adalah stasiun
induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang
yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta
api ekonomi tidak singgah di stasiun ini. Stasiun ini
merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia
setelah Semarang Gudang dan diresmikan pada
tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang
ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm.
Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga
Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun
Lempuyangan di Yogyakarta.

3. Stasiun Lempuyangan (1872)












Stasiun Lempuyangan (kode: LPN, +114 m dpl)
adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota
Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur
dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta.
Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872
ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang
melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta
dengan rel yang membujur dari barat ke timur
merupakan perbatasan antara Kecamatan
Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan

4. Stasiun Ambarawa (1873)















Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah
stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan
menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah
yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah
berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap
dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan
Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih
dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata.
Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan
merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa
di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India.
Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat
disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari
seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar
(CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und
Maschinenfabrik) di halaman museum.

5. Stasiun Kedungjati (1873)










Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta
api yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan
Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 m dpl ini
berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun
Kedungjati diresmikan pada bulan 21 Mei 1873.
Arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun
Willem I di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi
jalur KA dari Kedungjati ke Ambarawa, yang sudah
tidak beroperasi pada tahun 1976. Pada tahun 1907,
Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu
diubah ke bata berplester dengan peron
berkonstruksi baja dengan atap dari seng
setinggi 14,65 cm.

6. Stasiun Solo Balapan (1873)














Stasiun Solo Balapan (kode: SLO, +93m) adalah
stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari,
Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung,
Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini
didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial
NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873).

7. Stasiun Purwosari (1875)











Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun
kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi
No. 502, Purwosari, Lawiyan, Surakarta.
Stasiun yang terletak pada ketinggian +98 m
dpl ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875,
dan merupakan stasiun tertua di Surakarta.
Pembangunannya ditangani oleh NISM.
Stasiun Purwosari berada di wilayah
Mangkunegaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mari komentar dengan kata yang baku dan dengan kata-kata beretika :)